SELAMAT DATANG DI ZONA PERJUANGAN MEMBELA KEJUJURAN DAN MELAWAN KEBOHONGAN MEDIA SEKULER SERTA SIAP SIAGA MENUMBANGKAN ENGKHIANAT BANGSA

Selasa, 26 Agustus 2014

Berita Kemenangan Palestina di Gaza atas Agresi Israel



Takbir dan tahmid berkumandang di bumi Gaza Palestina, Selasa (26/8/2014), menandai kemenangan Palestina di Gaza atas agresi Israel tahun 2014 ini.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Media Korut : Obama Kera Hitam dan Park Pelacur Tua


KCNA ; Obama Kera Hitam dan Park Pelacur Tua




KCNA : Obama Kera Hitam dan Park Pelacur Tua

Pyongyang – Kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), disebut telah memberitakan berita yang akan semakin menyulut api permusuhan antara Korut dengan Amerika Serikat berkobar. Pasalnya kantor berita tersebut telah berani menyebut presiden Amerika Serikat, Barack Obama dengan sebutan Monyet Hitam Asal Afrika.

Sedangkan dari Sky News melaporkan, bahwa artikel kecut tersebut sengaja dipublish untuk menanggapi kunjungan Obama ke Korea Selatan. KCNA menulis, ”Park Geun-Hye (Presiden Korsel) telah memberikan pernyataan dan kelakuan yang bodoh. Dia kembali mengundang monyet hitam penguasa Amerika ke daratan Korea Selatan.”

Pemberitaan itu sontak membuat Pemerintah Amerika Serikat (AS) geram, dan mengecam Media Korea Utara, Jumat (9/5/2014).

Tidak seperti artikel kebanyakan, artikel ini memang sengaja tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris karena beberapa alasan. Hingga akhirnya artikel ini berhasil ditemukan oleh Josh Stanton, seorang aktivis HAM yang juga seorang penulis sekaligus kritikus soal kekejaman dan pelanggaran HAM di Korea Utara.

Sementara itu Media NK News juga menuliskan hal yang hampir sama dengan KCNA. Mereka menyatakan jijik kepada Obama. “Saat saya melihat dari dekat, saya melihat dia seperti monyet Afrika yang berwajah hitam, mata abu-abu, hidung cekung, serta mulut dan telinga yang gemuk kasar lagi berbulu”.

Kang Hyuk seorang pekerja di pabrik besi Chollima, seperti dikutip KCNAmenambahkan, Obama bertingkah seperti kera yang gemar memakan segalanya. “Kebun binatang Afrika adalah tempat yang tepat bagi Obama, mengunyah makanan yang dilemparkan pengunjung,” ujar dia.

Tidak hanya menyatakan rasisme terhadap Obama, namun artikel tersebut juga menyerang Presiden Korsel, Park Geun-Hye. Mereka menyebutnya sebagai “pelacur tua” dan “boneka Amerika”. Terkait perang media ini, banyak pihak yang menganalisa jika perang di Semenanjung Korea bakal terjadi tak lama lagi, Korsel bergandengan dengan Amerika Serikat dan Korut bergandengan dengan Rusia. Akankah terjadi perang dunia ??

Wallahu A’lam

Rep: Yaqub
Editor: Muhammad Ishaq


Berita di Lasdipo.com juga dapat dibaca melalui perangkat mobile anda di m.lasdipo.com

Korut : Terorisme Hanyalah Kedok Teroris Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam



Korut : Terorisme Hanyalah Kedok Amerika Dan Sekutunya Untuk Gulingkan Negara Islam

Pyongyang (lasdipo.com) – Pemerintah Korea Utara (Korut) meledek laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang mengklaim AS sebagai negara penjamin kebebasan berkeyakinan di dunia.

Pemerintahan Korut pimpinan Kim Jong-un itu menyebut AS munafik, karena AS justru pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi dunia.

”Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dan para pemimpin negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,” tulis kantor berita KCNA, Kamis (31/7/2014), mengutip pernyataan pemerintah Korut.

Korut juga mengecam Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan yang bertujuan mengisolasi Korut di panggung internasional.

”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menyebut (di Korut) tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal,” bunyi pernyataan pemerintah Korut. ”Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.”

Reaksi Korut itu sebagai respons laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.

Laporan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada briefing khusus pada tanggal 28 Juli 2014 lalu.

Dalam laporan ini, selain menyebut Korut, AS juga menuduh Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, Sudan dan negara lain tidak memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan terhadap warganya.

Rep: Muhammad Ishaq
Editor: Muhammad Ishaq
Berita di Lasdipo.com juga dapat dibaca melalui perangkat mobile anda di m.lasdipo.com

Fakta Usaha Halal dan BIsnis Berkah Info Anda