GuidePedia

0
Baca Juga :
Nusron Wahid Shalat di Gereja, Netizen: Nggak Ada Tempat Lain?
ILC 11 Oktober - Detik-Detik Nusron Wahid Hina Ulama & Membela Ahok
Demi Bela Ahok, Nusron Wahid Sebut Ulama Tak Punya Kapasitas

Demi Bela Ahok, Nusron Wahid Bilang: “Ayat Konstitusi di atas Ayat Al-Qur;an

Setelah pernyataan Ibu
 Lily Wahid Sampaikan Nusron Wahid (Ketua Pemenangan Ahok) Bukan Keluarga Gus Dur, kini Putra KH Wahid Hasyim yang juga cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, KH Sholahuddin Wahid menegaskan Nusron Wahid bukanlah bagian dari keluarga besar Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari atau Wahid Hasyim.

Penegasan Gus Sholah ini terkait adanya kesalahpahaman bahwa Nusron seolah bagian dari keluarga Hadratus Syekh karena embel embel nama ‘Wahid’ dibelakangnya. “Nama dia memang Nusron Wahid, tapi tidak ada hubungan darah dengan keluarga Wahid Hasyim,” kata Gus Sholah dilansir Republika, Kamis (13/10/2016).

Pernyataan Gus Sholah tersebut sekaligus tabayyun kepada publik yang selama ini berprasangka ada keterkaitan karena ada embel-embel ‘Wahid’ di belakang Nusron.

Kendati demikian, Gus Sholah menampik adanya seruan dari keluarga besar KH Wahid Hasyim agar Nusron tidak lagi menggunakan nama belakang Wahid.

“Tidak ada desakan seperti itu. Dia (Nusron) berhak pakai nama apapun yang dia sukai,” demikian Gus Sholah

Sebut Al Maidah 51 Bebas Makna, Nusron Wahid Ditantang Debat Al-Washliyah

Posted on October 13, 2016


“Kepada saudaraku Nusron. Saya ajak anda debat tafsir Al-Qur’an. Begitu dangkalnya tafsir saudara tentang auliya,” kata Gustami Anwar.
COMMENTS

JAKARTA—Dalam salah satu acara televisi, Nusron Wahid mengatakan “Teks apapun bebas tafsir, bebas makna”. Pernyataan itu merujuk pada surah Al Maidah ayat 51 yang saat ini tengah menjadi polemik.

Mengetahui hal tersebut, Ormas Islam Al Washliyah Tanjung Balai Sumatra Utara menantang Nusron berdebat soal pernyataan Nusron tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ormas Al Washliyah Kota Tanjung Balai Sumatera Utara Ustadz Gustami Anwar secara terbuka menantang Nusron untuk berdebat.

BACA JUGA :

“Kepada saudaraku Nusron. Saya ajak anda debat tafsir Al-Qur’an. Begitu dangkalnya tafsir saudara tentang auliya,” kata Gustami dilansir Republika, Kamis (13/10/2016).

Gustami menuturkan, tafsir puisi saja ada yang masih salah, kalau puisi yang mengerti hanya pemiliknya bagaimana orang punya standar penilaian dan pemahaman di puisi itu. Puisi saja dibuat bertujuan agar orang bisa paham tentang keadaan penciptanya, bukan yang paham penciptanya.

Pembina Thariqot Naqsabandiah Kota Tanjung Balai ini nenantang debat kepada Nusron karena menurutnya apa yang disampaikan Nusron tersebut menyakiti pemahaman umat Islam. []

Post a comment

Terimkasih anda telah Mendukung Keadilan dan Kebenaran

detik59.com hadir karena Jujur itu Wajib dan Bohong itu Dosa! Berjuang untuk keadilan dan kebenaran itu Wajib, Meninggalkan medan perang melawan tirani kebohongan adalah Haram!!!

Salam Sukses
ayi.okey@gmail.com CEO www.pesantrenbisnis.com

 
Top