GuidePedia

Divonis 21 Bulan Penjara, Messi Ajukan Banding

Lionel Messi divonis 21 bulan penjara oleh Pengadilan Spanyol terkait kasus penggelapan pajak sebesar 4,1 juta euro.

Madrid - Pengadilan Spanyol memvonis Lionel Messi 21 bulan penjara terkait kasus penggelapan pajak yang menjerat bintang Barcelona itu. Hakim menilai Messi dan ayahnya, Jorge Horacio, terbukti menggelapkan pajak antara 2007 dan 2009 sebesar 4,1 juta euro atau sekitar Rp 61 miliar.

Selain divonis 21 bulan penjara, Messi juga harus membayar denda 2 juta euro atau sekitar Rp 29 miliar. Meski demikian, Messi dan ayahnya tak perlu menjalani hukuman penjara. Sebab, hukum di Spanyol memungkinkan terpidana dengan vonis tak lebih dari dua tahun tak harus mendekam di penjara.

Namun tim pengacara Messi menyatakan akan melakukan banding atas putusan pengadilan. "Vonis itu tidak tepat. Kami yakin upaya banding akan menunjukkan pembelaan kami tepat," kata tim pengacara Messi usai pengadilan seperti dilansir BBC, beberapa jam setelah putusan pengadilan Spanyol, Kamis (7/7/2016).

Tim pengacara Messi juga yakin upaya banding yang mereka lakukan akan sukses. Apalagi, Messi selalu berperilaku positif selama membela Barcelona.

Sebelumnya pada Agustus 2013, Messi dan ayahnya telah membayar biaya koreksi pajak secara sukarela sebesar 5 juta euro. Jumlah tersebut dianggap sebesar pajak yang belum dibayarkan ditambah dengan beban bunga.

Sementara itu, Barcelona menyatakan dukungan penuh untuk Messi dan siap memberikan bantuan hukum yang diperlukan pemain asal Argentina itu. "Barcelona memberikan dukungan penuh kepada Lionel Messi dan ayahnya sehubungan dengan kasus menghindari membayar pajak yang diberikan Pengadilan Provinsi di Barcelona," tulis pernyataan resmi Barcelona.

"Klub dalam perjanjian dengan pemerintah menganggap pemain sudah memperbaiki posisinya di kantor pajak Spanyol. Ini dakwaan yang tidak bertanggung jawab dan tak sesuai dengan fakta yang ada," sambung pernyataan itu.

kronologis kasus penggelapan pajak Messi:

1. Kasus penggelapan pajak yang menjerat Messi bermula dari kecurigaan terhadap sejumlah rekening atas nama pemain 26 tahun itu di luar Spanyol. Messi diduga memasukkan semua uang dari pendapatan hak citra diri yang didapat di Spanyol ke sejumlah perusahaan di Belize dan Uruguay. Hal ini guna menghindarkan Messi dari kewajiban membayar pajak di Spanyol. Penuntut pajak di Spanyol kemudian mulai menyelidiki kasus ini sejak 2013 lalu.

2. Pada Agustus 2013 lalu, pihak Messi sudah membayar kewajiban pajak dan bunganya senilai 5 juta euro atau sekitar Rp 81,2 miliar. Tapi, Pengadilan Barcelona tetap menggulirkan kasus penggelapan pajak tersebut

3. Dalam skandal The Panama Papers, terungkap jika Messi dan ayahnya memiliki sebuah perusahaan di Panama bernama Mega Star Enterprises Inc. Dalam bocoran catatan firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, perusahaan ini disebut menampung jutaan uang dari kontrak hak citra Messi.

4. Pada 2 Juni 2016, Messi menjalani sidang perdana kasus tuduhan penggelapan pajak di Pengadilan Barcelona. Ia tampak kebingungan ketika menjawab pertanyaan hakim. Messi mengaku tidak pernah membaca secara detail setiap dokumen yang ditandatanganinya karena mempercayakan semua itu kepada ayahnya.

5. Pengadilan akhirnya memvonis Messi bersalah pada 6 Juli 2016. La Pulga (julukan Messi) dijatuhi hukuman penjara 21 bulan. Selain itu, bintang Barcelona ini juga harus membayar denda dua juta euro atau sekitar Rp 29 miliar.

Sumber Lionel Messi Sang Donatur Yahudi Israel Divonis 21 Bulan Penjara Kasus Penggelapan Pajak  : liputan6.com

BACA JUGA
Portugal Lolos ke Final, Ronaldo Yakin Juara
 
Top