GuidePedia

0

(Catatan renungan di Milad Ke-6)

Milad 6 Istana Mulia akan digelar Sabtu, 12 Mei 2018 di gedung Cyber Smkit IstanaMulia Anyer, pada milad ke 6 ini mengambil tema ""Berjama'ah mewujudkan Taman Wisata Pendidikan (TWP) Istana Mulia Terbaik & terbesar, yg diridhoi Allah"

Menapaki usia _offlinenya_ yang ke 6 (enam) di 2018 ini, Istana Mulia (IM) mengalami progres pencapaian yang luarbiasa untuk ukuran sebuah lembaga pendidikan keagamaan berbasis boarding (pondok pesantren).  Paling spektakuler adalah hamparan 50 hektar lahan yang siap dibangun diatasnya _the holy city_ (miniatur tiga kota suci), hunian syar’i dan asri IM-Village, serta ditunjang oleh aneka fasilitas wisata syariah berkelas internasional.

Sebagai stakeholder baru di bidang pendidikan, IM tampil dan berhasil dalam beradaptasi menghadapi era disrupsi secara cepat dan cermat.   Saat dimana lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya melakukan tata kelola dengan cara-cara lama dan konvensional,  menjadikan SPP bulanan siswa sebagai sandaran utama keuangan misalnya.  IM justru sebaliknya, menganggap itu cara paling primitif untuk survival menghidupi gerak roda organisasi. Konsep bisnis berjama’ah menjadi solusi organisasi ini.  Sebuah model disrupsi manajemen pendidikan yang khas dihadirkan oleh IM.

Terobosan lain yang digagas IM adalah kurikulum pendidikannya yang berfokus pada empat pembinaan: pembinaan karakter,  pembinaan menjadi leader,  pembinaan entrepreneur,  dan pembinaan cyber. Empat fokus pembinaan ini menunjukkan sebuah kesiapan dalam menghadapi “pertempuran”  menjawab tantangan zaman now,  era millenial yang serba digital.  Kewajiban santri memiliki android,  laptop, dan paspor menghadirkan sesuatu yang unik dan mendatangkan daya tarik tersendiri bagi para calon walisantri/santri baru yang coba melirik model pesantren ini,  disaat ribuan pesantren lainnya mengeluarkan kebijakan ‘haram’ bagi santri sehari-hari membawa atau menggunakan peralatan digital itu di lingkungan pesantren. Bahkan, entah sudah berapa kali sekolah-sekolah yang berdiri lebih lebih dahulu atau usianya lebih lama dari IM justru mereka mendatangi IM untuk studi banding.

Keunikan-keunikan lain cukup panjang untuk dikupas satu persatu dalam tulisan ini.  Pendek kata,  kita akan menyaksikan dalam waktu dekat insya Allah,  di tahun-tahun mendatang dimana  IM akan benar-benar melejit sebagai sekolah terpercaya dan terunggul di jagad dunia pendidikan Indonesia. IM sedang menunggu waktu yang tepat untuk tampil menunjukkan jatidirinya dengan diferensiasi yang kuat sebagai sekolah bisnis dan sekolah kepemimpinan.  IM bisa menemukan sebuah momentum ‘ledakkan kesuksesan’ hanya jika ia mampu mengelola kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan dengan berbagai prosesnya secara tepat dan benar. Saya tak ingin membahas dan menguraikan analisis SWOT organisasi yang kita cintai dalam tulisan ini. Karena saya meyakini semua jajaran manajemen dengan daya leadershipnya mampu melakukan analisis tersebut dengan sudut pandangnya masing-masing.

*Fiksi Masa Depan*

Sebagai sekolah bisnis IM dituntut mampu mencetak entrepreneur-entrepreneur muda sukses. Tapi, jangan bawa fikiran kita pada masa lalu,  dimana yang namanya alumni lembaga pendidikan datang ke almamaternya puluhan tahun setelah wisuda kelulusan dari sekolahnya.  Puluhan tahun berjuang diluar setelah lulus,  baru kemudian setelah sukses datang menengok sekolah lamanya sekaligus biasanya memberikan sumbangan atau bantuan. Itu produk dan mindset lama,  yang mungkin masih berlaku bagi sekolah-sekolah dengan manajemen konvensional. Tapi tidak bagi IM.

Era digital memberikan peluang bagi anak-anak muda untuk sukses cepat-bukan instant-jika memiliki kecerdasan dalam literasi digital,  pemanfaatan internet yang sehat, positif,  dan produktif. Mengutip Anies Baswedan _, “anak muda memang minim pengalaman,  karena itu ia tak tawarkan masa lalu,  anak muda menawarkan masa depan”._  Siapa bilang orang-orang muda tidak bisa sukses dalam waktu singkat? Tokopedia,  Go-jek, Traveloka, Bukalapak,  dan sederet bisnis online lainnya adalah startup Indonesia yang diinisiasi oleh anak-anak muda,  bahkan diburu investor dari dalam maupun luar negeri.  Mereka hanyalah sedikit dari banyak kisah sukses startup Indonesia. IM dengan empat fokus pembinaannya harus mampu menjawab tantangan menjadi penghilang dahaga anak-anak muda yang haus dalam mendirikan startup impian hingga menjadi unicorn.

Fiksi pertama,  saya membayangkan wisuda pertama SMK tahun 2019 nanti, akan tampil satu atau beberapa sosok lulusan pertama IM yang  bukan saja ia sebagai wisudawan terbaik, tapi  juga melekat dalam dirinya sebagai entreprenur muda sukses yang sholeh. Itulah sosok ITpreneur. Mungkinkah? Semoga.  Saat ini beberapa santri SMK dengan bisnis online nya ada yang sudah memiliki penghasilan Rp 50 s/d 100 juta.  Santri lain,  sekarang ini ada yang sedang mengerjakan proyek IT dengan nilai investasi tembus Rp 500 juta.  Pengerjaan proyek IT yang _day to day_ terpantau, terkontrol, dan terukur prosesnya.  Alhamdulillah,  repot harian yang diberikan dari hasil pekerjaannya itu menunjukkan progres yang sangat signifikan dan menggembirakan.  Saya membayangkan mereka menjadi ikon wisudawan IM: sudah punya penghasilan, punya perusahaan,  mutqin 2 juz hafalan,  dan siap tiket ditangan untuk melanjutkan studi manajemen bisnis ke UK atau USA.

Fiksi kedua,  saya membayangkan beberapa orang santri SMK yang sukses menjadi CEO perusahaan yang didirikannya.  Serta para direksi dan kepala biro,  bahkan juga para musyrif dan guru,  diangkat sebagai komisaris dari perusahaan-perusahaan tersebut.  Subhanallah,  saya membayangkan inilah model sekolah bisnis zaman now yang sesungguhnya.

Fiksi ketiga,  saya membayangkan gebyar acara wisuda yang berkelas,  dilaksanakan di hotel yang ada di sekitar anyer,  dengan tak lupa mengundang fakir miskin dan anak-anak yatim,  dimana itu semua dibiayai oleh anak-anak muda (santri IM yang diwisuda) berkat sukses bisnis startupnya menjadi unicorn.  Semoga,  semua fiksi menjadi realita. Persembahan mulia untuk kejayaan Istana Mulia. (Oleh: Iko Musmulyadi)

tag : ISTANA MULIA, MENUJU PESANTREN TERBAIK NASIONAL DAN INTERNASIONAL  

Post a comment

Terimkasih anda telah Mendukung Keadilan dan Kebenaran

detik59.com hadir karena Jujur itu Wajib dan Bohong itu Dosa! Berjuang untuk keadilan dan kebenaran itu Wajib, Meninggalkan medan perang melawan tirani kebohongan adalah Haram!!!

Salam Sukses
ayi.okey@gmail.com CEO www.pesantrenbisnis.com

 
Top